Senin, 26 Desember 2011

MENJADIKAN SISWA SD SEBAGAI PRIBADI MANDIRI DAN PERCAYA DIRI


BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
        Sekolah adalah lembaga pendidikan yang dibangun untuk mendidik anak-anak bangsa, guna mewujudkan anak-anak yang berkualitas. Yaitu anak-anak yang memiliki kepribadian secara menyeluruh dan seimbang, serta mampu berkarya mewujudkan eksistensi dirinya dalam kehidupan bermasyarakat. Ada dua unsur utama yang harus ada di sekolah agar kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan baik, yaitu guru dan murid. Guru berperan sebagai pendidik yang akan memberikan pengajaran, pengarahan, dan pembinaan kepada para murid sebagai peserta didik. Dalam kegiatan belajar mengajar, akan terjadi proses interaksi antara guru dan murid. Interaksi guru dan murid adalah hubungan timbal balik secara langsung antara guru dan murid dalam proses belajar mengajar di sekolah, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.(http://etd.eprints.ums.ac.id/14746/4/BAB_1.pdf)
        Dalam lembaga tersebut, guru adalah sosok penting yang tidak bisa dipungkiri lagi. Guru merupakan jembatan untuk menjadikan anak-anak bangsa sebagai generasi yang berkualitas. Maka dari itu sangatlah penting bagi seorang guru untuk bisa berperan aktif mengarahkan dan memfasilitasi murid dalam belajar dan memperoleh ilmu, pengalaman, dan keterampilan kepada murid sebagai obyek belajar.
        Interaksi guru dan murid menjadi faktor paling penting terhadap keberhasilan pendidikan. Ketika seorang guru mampu melakukannya dengan baik, maka murid akan mudah berkomunikasi dan memahami segala materi yang disampaikan. Tapi dalam kenyataan yang ada, hanya sedikit guru yang mampu menjadi sosok seperti itu. Banyak murid yang mengalami kesulitan berkomunikasi dengan guru-gurunya. Anak-anak usia SD terutama dalam hal ini sangatlah terlihat. Meraka bukan menjadi aktif berinteraksi dengan guru tetapi malah takut, benci, bosan, ngantuk dalam kegiatan belajar mengajar.
        Tampak pada saat pembelajaran berlangsung, siswa hanya duduk dan mendengarkan penjelasan dari guru tidak berani mengajukan pertanyaan apalagi mengeluarkan pendapat. Ketika guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau berkomentar siswa hanya diam, tidak jelas sudah mengerti atau belum. Tidak hanya itu, ketika siswa diminta untuk menceritakan pengalaman pribadi di depan kelas, masih tampak kesulitan, bahkan ada siswa yang sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun saat diminta untuk bercerita di depan kelas. (http://gudangmakalah.blogspot.com/2011_08_01_archive.htm)
        Hal tersebut merupakan suatu bukti bahwa banyak siswa SD yang memiliki masalah dalam hal kemandirian dan masalah percaya diri. Bahkan sampai sekarang sangat sedikit guru yang sadar dan tergerak untuk menangani masalah tersebut. Sungguh memprihatinkan apabila permasalahan tersebut hanya didiamkan dan berlangsung terus menerus serta tidak ada perbaikan sama sekali. Generasi kita akan menjadi generasi yang tertutup, penakut, malas, dan tidak mandiri.
        Dari permasalahan diatas, kita perlu mengubah sistem pembelajaran yang selama ini biasa diterapkan oleh guru kepada anak didiknya. Kita bisa menerapkan metode yang lebih lebih mengutamakan rasa ingin tahu anak, dan memperbanyak praktek ketimbang teori. Metode tersebut adalah “BELAJAR DAN BERMAIN” tersebut diyakini lebih efektif meningkatkan rasa mandiri dan percaya diri anak dari pada dari  pada metode-metode lain. Karena bermain merupakan dunia anak yang tidak bisa dipisahkan dalam masanya.

B.     Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan pokok, yaitu:
1.  Bagaimana cara seorang guru  ketika  menyampaikan bahan pembelajaran terhadap murid?
2.  Bagaimana langkah menjadikan murid yang mandiri dan percaya diri?
3. Apakah pembelajaran melalui bermain dan belajar dapat meningkatkan rasa mandiri dan percaya diri pada siswa SD N Ngenthak Mangir?

C.    Tujuan Penulisan
          Tujuan penulisan ini adalah untuk meningkatkan tingkat kemandirian dan rasa percaya diri siswa SD N Ngenthak Mangir yaitu antara lain dengan “BERMAIN DAN BELAJAR”.

D.    Manfaat Penulisan
Hasil penulisan dari penelitian ini, diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut :
a.       Bagi Siswa
Melalui metode pembelajaran baru yang telah diterapkan tersebut diharapkan siswa dapat lebih mandiri dan percaya diri dalam kegiatan belajar mengajar atau pun berbagai kegiatan lain diluar sekolah.
b.      Bagi Guru
Mampu menerapkan suasana pembelajaran baru kepeda siswa, dan menciptakan kelas yang aktif dan hangat, sehingga siswa terlatih untuk mandiri dan percaya diri. Dengan menerapkan metode pembelajaran “BERMAIN DAN BELAJAR”.

E.     Hipotesis
Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini dapat disimpulkan dalam  sebuah hipotesis, yaitu sebagai berikut:
    
Dengan metode pembelajaran “BERMAIN DAN BELAJAR”  diharapkan siswa SD akan lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan tidak menjadi menjenuhkan karena hangatnya hubunganan antara guru dan murid. Serta siswa akan lebih mandiri dalam berbagai kegiatan dan percaya diri dalam mengapresiasikan pemikirannya juga tidak takut bertanya pada gurunya apabila ada suatu hal yang tidak dimengerti.
F.     Populasi dan Sample
1.      Populasi
Dalam penelitian ini, populasi atau subjeknya adalah siswa SD N Ngethak Mangir Bantul.
2.      Sampel
Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah siswa kelas 2 (dua) SD yang secara keseluruhan berjumlah 35 siswa sebagai sampel yang membuktikan, bahwa metode ini sangat mampu untuk meningkatkan rasa kemandirian dan percaya diri siswa.

G.    Sistematika Penyajian
BAB I. Pendahuluan
Berisikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, hipotesis, populasi dan sampel dan sistematika penyajian.

Bab II. Landasan Teori
Bab ini berisikan tentang teori-teori mengenai penerapan yang di pakai dalam sistem pembelajaran ini.

Bab III. Metode Penelitian
Dalam bab ini akan menjelaskan tentang  penelitian, subjek penelitian, metode
pengumpulan data, prosedur penelitian, dan metode analisis data untuk pengujian
hipotesis yang digunakan peneliti dalam penelitian.

BAB IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab ini berisikan uraian hasil dari penelitian, dan dari bukti-bukti data serta hasil
tambahan yang dapat memperkaya penelitian ini. 

BAB V, Penutup berisikan Kesimpulan dan Saran
Dalam bab ini berisikan kesimpulan akhir dari hasil penelitian, berbagai kemungkinan
yang terjadi mengenai alasan dari hasil penelitian yang telah diperoleh
berdasarkan teori yang dipakai, serta saran yang dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi peneliti.

0 komentar:

Poskan Komentar